Benang Jahit Sering Putus, Ini Sebabnya!

 

benang jahit putus terus


Benang jahit sering terputus saat mesin sedang digunakan untuk menjahit. Biasanya, benang tiba-tiba terlepas dan putus pada bagian jarum jahit. Sekali benang putus, tak jadi soal. Tapi jika berkali-kali putus terus menerus, hati pun dibuat jengkel rasanya. Mood untuk menjahit bisa rusak atau bahkan hilang seketika.


Apa penyebab benang jahit sering tiba-tiba terputus dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Masalah pada setelan benang bagian atas


Untuk memastikan, periksa beberapa hal berikut berkaitan dengan setelan benang bagian atas pada mesin jahit.

a. Pastikan alur benang sudah benar


Meski sudah sering menggunakan mesin jahit, ada kalanya kita lupa alur benang yang benar. Nah, di bawah ini adalah alur benang bagian atas yang benar. Jangan sampai terbalik atau terlewat, ya. 

Yang sering terjadi, benang tidak mengait pada penjepit dengan tepat. Seolah sudah melewati penjepit, padahal tidak masuk pada lempengannya, melainkan melewati ring spiralnya saja.

Ada pula yang alurnya terbalik, benang melewati tuas dulu baru penjepit. Ini juga bisa bikin benang putus terus.


b. Pastikan penjepit masih berfungsi dengan baik dan belum rusak / dol


Untuk mengetahui penjepit atas masih berfungsi dengan baik, angkat tuas sepatu mesin. Jika benang terasa ringan dan mudah ditarik, artinya piring penjepit dalam kondisi membuka. Turunkan kembali tuas pengangkat sepatu jahit. Jika benang terasa agak berat dan tertahan saat ditarik, artinya piringan penjepit dalam kondisi menutup/menjepit.

Kondisi itu menandakan penjepit masih berfungsi dengan baik. Sebaliknya, jika posisi tuas sepatu diangkat maupun diturunkan ternyata benang sama saja terasa ringan atau mungkin kencang (tidak ada perbedaan), berarti penjepit ini sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Perlu penggantian segera agar setelah benang jahit bagian atas bisa diatur dan berfungsi normal.


c. Menyetel benang atas


Jika alur benang atas sudah benar, penjepit bagian atas juga sudah diperiksa dan masih berfungsi, maka sekarang saatnya menyetel benang bagian atas. Putar baut pada penjepit perlahan-lahan searah jarum jam untuk mengencangkan atau berlawanan jarum jam untuk mengendurkan. Cobalah sambil sesekali menjahit menggunakan kain perca. Lihat hasilnya. Jika benang masih putus atau hasil jahitan tanpak terlalu kencang, kendurkan setelah penjepitnya sedikit demi sedikit sambil sesekali dicoba untuk melihat hasil jahitan pada kain perca.

Memang membutuhkan feeling dan kesabaran sampai setelan benang dirasa pas sesuai ketebalan kain yang hendak dijahit.

benang jahit putus
arah benang saat dimasukkan pada jarum



Baca Juga: Penyebab dan Cara Atasi Benang Obras Sering Putus, Dijamin Berhasil!

2. Masalah pada setelan benang bagian bawah


Jika benang bagian atas sudah diperiksa dan tidak ditemukan masalah tapi benang jahit masih juga sering putus, cobalah cek setelan benang bagian bawah. Setelan benang bagian bawah sangat ditentukan oleh rotasi dan setelan sekoci. Cara mengeceknya adalah sebagai berikut:

a. Cek bagian rotasi (rumah sekoci)


Buka lempeng penutup bagian bawah, agar bisa melihat kondisi bagian rotasi. Lepaskan sekoci untuk memeriksa bagian rotasinya.
  • Apakah ada benang kusut menggumpal?
  • Apakah ada sisa benang yang belum dibersihkan?
  • Apakah rotasi masih utuh, ataukah ada mur yang terlepas?
  • Apakah pelat masih bagus, ataukah ada yang yang pecah?
  • Apakah perlu diberi minyak lagi agar perputaran rotasi ringan dan tidak seret?
  • Periksa dengan teliti untuk memastikan rotasi tidak bermasalah.



b. Cek bagian sekoci dan spul gulungan benang bawah


  • Pastikan spul sudah dipasang dengan benar dan tidak terbalik. Pemasangan spul yang benar adalah: setelah spul dimasukkan ke dalam sekoci, jika benang ditarik maka spul akan berputar berlawanan dengan jarum jam.
  • Pastikan pelat penjepit sekoci masih berfungsi.
  • Cek setelannya. Pegang benang dalam posisi spul terpasang, ayunkan sekoci yang menggantung. Jika benang meluncur cepat, artinya setelan pelat terlalu longgar. Putar mur pada pelat dan kencangkan.
  • Jika benang spul yang terpasang pada sekoci terlalu kencang, putar mur pelat sekoci untuk melonggarkan.
  • Pasang sekoci pada rotasinya, lalu lihat hasilnya pada bahan perca untuk percobaan. Coba beberapa kali sampai mendapatkan setelan yang pas dan tepat.

benang jahit sering putus
cek tegangan benang bawah pada sekoci dan rotasi


3. Masalah Jarum jahit


Benang jahit yang sering terputus ketika dipakai menjahit, sering pula disebabkan oleh jarumnya. Untuk memastikan, cek beberapa hal berikut:

a. Pastikan jarum terpasang dengan benar


Pemasangan jarum jahit yang benar adalah tidak terbalik. Cara melihatnya pun cukup mudah. Bagian yang cekung selalu menghadap ke arah letak sekoci. Hal ini dikarenakan bagian cekung pada jarum itu berfungsi untuk mengaitkan benang atas dan benang bawah. Jika jarum jahit dipasang terbalik, rotasi benang bawah tidak akan dapat mengaitkan benang. Benang pun menjadi putus.

b. Pastikan jarum terpasang tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi pada tiang


Jarum yang terlalu rendah atau terlalu tinggi membuat jahitan tidak terjalin sebagaimana mestinya. Terkadang jahitan loncat, atau seringkali membuat benang sering putus.

c. Pastikan nomor jarum sesuai dengan ketebalan bahan yang dijahit


Jika menjahit bahan yang tipis, gunakan jarum nomor kecil. Chiffon, hicon, cerruty, cukup menggunakan jarum nomor 10 atau 11. Makin tebal bahan, nomor jarum yang digunakan akan semakin besar. Jarum yang kekecilan sering menjadi penyebab benang terputus. Sebaliknya, jarum yang terlalu besar akan merusak bahan dan meninggalkan lubang bekas jahitan yang tidak sedap dipandang pada hasil jahitan.

d. Pastikan arah benang terpasang dari luar mengarah ke arah letak sekoci


Kadang karena terburu-buru atau kurang konsentrasi, kita terbalik memasukkan benang pada jarum. Arah yang benar adalah benang dimasukkan dari kiri ke kanan, atau dari depan ke belakang menuju letak sekoci.

e. Jarum tumpul


Jarum yang tumpul sering jadi penyebab benang terputus. Umumnya jarum yang sudah lama tidak diganti dan pernah menumbuk sesuatu yang membuat ujung jarum tidak tajam dan tumpul. Jika jarum tumpul, ganti dengan yang baru dan masih tajam.



4. Masalah benang


Benang jahit sering juga jadi sebab jahitan putus terus. 
  • Pilihlah benang dengan kualitas bagus selain memilih warna yang sesuai dengan warna bahan.
  • Simpan benang di tempat kering dan tidak lembab. Benang yang lembab lebih cepat rapuh.
  • Ukuran benang jahit sesuai ketebalan kain. Untuk bahan standar gunakan benang ukuran 40/2. Makin tebal bahan, benangnya akan semakin besar.


Nah, itu dia penyebab benang jahit sering putus. Umumnya, penyebabnya hanya satu atau dua hal. Maka kita bisa mengeceknya satu per satu. Makin sering menjahit dan menggunakan mesin, kita akan semakin mengenali mesin. Makin kita mengenali mesin, akan makin mudah untuk mengatasi berbagai masalah. 

Selamat mencoba!





Selain Baju Hamil, 4 Perlengkapan Bayi Ini Bisa Bikin Sendiri Loh! Lebih Hemat!

perlengkapan bayi


Sungguh bersyukur kita diberkahi dengan keterampilan menjahit. Bahkan saat hamil pun kita tetap bisa produktif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, seperti baju hamil serta perlengkapan bayi yang kita bikin sendiri.

Dulu, pada kehamilan kedua saya masih aktif menjahit sampai usia kandungan delapan bulan. Saat itu ada pesanan seragam sekolah dari TK di tempat kami tinggal sebanyak 120 stel. Saya menjahitnya sendiri karena belum memiliki asisten waktu itu. Ongkos jahit seragam itu bahkan bisa saya gunakan untuk biaya persalinan.

Untuk kehamilan ketiga kali ini, saya tidak berencana mengambil pekerjaan jahitan dalam jumlah besar meski sudah memiliki asisten agar tetap maksimal mengurus WO. Selain menjahit, saya memang menerima jasa make up pengantin dan wedding organizer.

Karena aktifitas pekerjaan berkurang, kita yang biasa sibuk akan merasa punya banyak waktu luang selama masa kehamilan. 

Berikut ini beberapa benda yang bisa kita buat sendiri saat hamil dengan keterampilan menjahit. Pastinya, akan lebih hemat!


1. Membuat baju hamil sendiri


Baju hamil pastinya berbeda dengan baju yang biasa kita gunakan sehari-hari. Ketika hamil, badan akan mekar di bagian-bagian tertentu, seperti perut (pastinya), payudara, pinggul, juga bagian lengan. Baju hamil menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak dipikirkan.

Bagaimana membuat baju hamil sendiri yang hemat?

a. Belilah bahan atau kain yang adem dan meyerap keringat tapi tidak tipis. 


Biasanya, perempuan hamil sering merasa panas dan gerah. Maka belilah kain yang berbahan adem dan menyerap keringat seperti katun madina, katun jepang, atau bahan jersey. Jenis kain tersebut tidak tipis sehingga tidak perlu dijahit dengan pelapis puring. Selain adem, pastinya jadi lebih hemat.

* Bahan katun madina rata-rata bisa dibeli dengan harga Rp 25.000,- sampai Rp 35.000,- per meter (tergantung harga jual masing-masing toko)

** Bahan katun jepang berada di kisaran harga Rp 30.000,- sampai Rp. 40.000,-

*** Bahan jersey rata-rata toko menjual dengan harga Rp 45.000,-

Ketiga bahan ini memiliki lebar bahan 150 cm. Untuk membuat satu stel baju hamil lengan panjang, dibutuhkan bahan sepanjang 2 meter. Jika bisa menjahit baju hamil sendiri, kita hanya perlu mengeluarkan uang untuk membeli kain saja kan? Hemat!


b. Buatlah baju hamil yang busui friendly


Baju hamil akan segera tak terpakai begitu sang baby lahir. Nah, agar lebih hemat, buatlah model baju hamil yang juga bisa dipakai ketika nanti menyusui. 
  • Baju yang bisa dipakai untuk menyusui harus ada bukaan di bagian dada (depan). Bisa dengan dibuat model kancing ataupun zipper / sleting.
  • Perhatikan pemakaian kancing dan sleting yang aman untuk menyusui. Gunakan sleting yang lentur seperti sleting jepang. 
  • Jangan gunakan sleting dari bahan logam karena dapat melukai bayi. 
  • Untuk kancing, gunakan kancing kecil yang pipih dan gepeng sehingga tidak mengganjal di bagian dada. 
  • Jangan pula menggunakan kancing berbahan logam atau kancing-kancing berbentuk bulat dan besar yang bisa berbahaya bagi baby.




2. Membuat kain bedong sendiri


Kain bedong dibuat dari kain flanel yang lembut. Secara kesehatan, bayi sebaiknya tidak perlu dibedong karena bisa mengahambat pertumbuhan. Namun, biasanya para ibu tetap membeli kain bedong untuk menyelimuti bayi setiap selesai dimandikan.

Jika punya keterampilan menjahit, kita bisa membuat kain bedong sendiri. Harga kain bedong yang dijual di baby shop berkisar antara Rp 50.000,- sampai Rp 70.000,- per lembar.

Cara membuat kain bedong sendiri yaitu cukup dengan membeli kain berbahan flanel yang lembut. Kain ini bisa dibeli di toko kain dan bahan ataupun membeli secara online. Bahan flanel bisa dibeli seharga Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,- per meter, tergantung ketebalan kain.

Ukuran kain bedong adalah kain sepanjang 2 meter dipotong menjadi 3 bagian. Artinya, jika harga kain 50 ribu, maka dengan membeli 2 meter (100 ribu), maka kita sudah bisa mendapatkan 3 lembar kain bedong. Lebih hemat kan? Apa perlu dijahit? Tidak perlu. Sebaiknya kain bedong hanya diobras bagian tepinya saja tanpa dijahit. Hal ini karena jahitan pada tepian kain bisa membuat bayi tidak nyaman.


3. Membuat baju bayi sendiri


Sembari menunggu kelahiran si buah hati, kita bisa membuat baju-baju bayi sendiri. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat baju bayi sendiri antara lain:

1. pilih bahan yang adem lembut dan nyaman untuk baby new born, seperti baby terry, rayon krincle, atau double knit.

2. model baju dibuat simpel

3. gunakan kancing pipih dan tidak tajam

4. hindari pemakaian ziper atau sleting sebelum umur 2 tahun

5. karet pada bagian pinggang tidak keras

Kalau kita memiliki keterampilan menjahit, pastinya akan lebih hemat tho? Sembilan bulan penantian kita bisa membuat beberapa potong baju bayi untuk mengurangi pengeluaran pembelian baju bayi.

Oh ya, baju bayi bisa dibuat satu set dengan sarung tangan dan sarung kaki, pasti lucu ya. Gemash!


4. Membuat popok bayi ramah lingkungan


Belakangan, marak dijual popok bayi ramah lingkungan yang bisa dipakai berulangkali. Nah, kita bisa membuat sendiri popok bayi ramah lingkungan ini. Untuk pola dan cara membuatnya, akan saya tulis pada tulisan lain. Atau bisa pula googling dan mencari referensi di Youtube.


5. Membuat masker masker kain sendiri


Selama beberapa waktu, kita sedang menghadapi masa pandemi yang tidak bisa diperkirakan waktunya. Selama itu pula, protokol kesehatan harus diterapkan di manapun kita berada. Kebutuhan akan masker menjadi hal yang penting untuk dipikirkan. Beruntung bagi yang memiliki keterampilan menjahit, kita bisa menjahit sendiri masker dari kain.

Pernah dengar kabar bahwa masker scuba yang banyak dijual di pasaran tidak sesuai dengan standar kesehatan, kan? Apa sebabnya? Masker scuba ternyata memiliki serat atau pori-pori yang akan melebar ketika digunakan. Serat-serat kain masker scuba akan merenggang seiring waktu dan tidak bisa rapat kembali, seperti sifat kain berbahan spandex (mulur). Daya mulurnya akan berkurang dan lama-lama tidak elastis lagi. Karena itulah, masker scuba yang dijual di tepi-tepi jalan dengan harga Rp 8.000,- sampai Rp 15.000,- dengan aneka motif itu tidak disarankan oleh ahli kesehatan.

Ahli kesehatan menyatakan masker yang disarankan untuk masyarakat luas adalah masker kain tiga atau lima lapis berbahan kain katun yang tidak mulur. Kain katun memiliki serat yang rapat dan tetap, tidak akan merenggang meski dicuci berulangkali. Bahkan, bahan katun memiliki kecenderungan menyusut dan seratnya makin merapat jika terkena air.


Baca juga: 5 Jenis Bahan Masker yang Bagus dan Tips Memilihnya 


Untuk bepergian ke tempat umum, seperti kontrol ke klinik atau rumah sakit, selama hamil kita harus memakai masker. Jadi, buat masker kain sendiri saja yuk! Motif, warna, dan modelnya bisa kita sesuaikan dengan baju sesuka hati. Hemat dan tetap stylish. Hehe....



Nah, itu dia hal-hal yang bisa dilakukan untuk menyiasati keuangan di masa kehamilan dengan memanfaatkan keterampilan menjahit. Tentunya, selain hal-hal di atas, masih banyak yang bisa kita lakukan untuk menyaisati keuangan selama masa kehamilan. Adakah yang punya tips lain? Yuk, boleh kita share untuk saling berbagi ide ya. 

Untuk yang sedang menjalani kehamilan juga seperti saya, selamat berbahagia. Semoga selalu sehat dan dilancarkan sampai persalinan.***


5 Jenis Bahan Masker yang Bagus dan Tips Memilihnya

bahan masker yang bagus



Bahan masker yang bagus sekarang ini sedang menjadi perbincangan hangat menyusul masih tingginya angka penularan covid-19 di Indonesia. Dari pemerintah sendiri, masyarakat umum yang sehat diimbau untuk menggunakan masker dari bahan kain yang cukup memadai alih-alih menggunakan masker kesehatan. Hal ini dikarenakan masker kesehatan lebih dibutuhkan oleh para petugas kesehatan.

Untuk mengontrol standar kualitas bahan masker tetap bagus, pemerintah bahkan sudah menetapkan standar SNI. Standar ini yang dijadikan acuan bagi pengusaha dan produsen masker kain dalam menentukan bahan masker sebagai bahan baku. Tentunya, harapan pemerintah menetapkan standar kualitas ini agar dapat menekan tingginya penularan virus korona.

Nah, pernah terpikir tidak, mengapa ada saja masyarakat yang tidak patuh menggunakan masker baik di lingkungan dan fasilitas umum? Alasan yang paling sering dilontarkan kebanyakan karena pengap dan sulit bernapas. Hal ini bisa terjadi jika bahan masker yang digunakan tidak cocok untuk masker kain.


5 Jenis Bahan Masker yang Bagus



Penggunaan masker kain dari bahan yang bagus dapat berfungsi mencegah penyebaran dan penularan virus corona. Berikut ini beberapa jenis bahan masker yang bisa digunakan dan bagus;

1. Katun Tebal


Bahan katun adalah bahan yang paling sering digunakan untuk masker kain. Kain katun ada yang terbuat dari 100% serat alam (kapas) dan ada pula yang terdiri dari bahan campuran sintetis. Kelebihan bahan katun ini selain adem di kulit juga sangat mudah ditemukan di toko-toko kain.

Kain katun banyak digunakan untuk bahan dasar kain batik tulis maupun printing. Kain katun sering pula dibuat sprei dan sarung bantal karena nyaman dan tidak panas. Selain itu, bahan katun banyak digunakan untuk membuat pakaian baik untuk pakaian formal maupun non formal. Harganya pun bervariasi, mulai dari harga murah puluhan ribu per meter sampai yang berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Namun, tidak semua bahan katun dapat dijadikan bahan masker. Hal ini tergantung dari kepadatan seratnya. Bahan katun yang tebal memiliki keefektifan lebih bagus dalam menyaring partikel kecil termasuk virus. Bahan katun 100% kapas direkomendasikan menjadi bahan masker karena selain nyaman di kulit, juga mudah untuk bernapas saat digunakan. Kain katun tiga lapis akan membuat masker kain makin efektif.


2. Kain Nilon 70D


Kain nilon 70D cukup efektif untuk dijadikan bahan masker yang juga bagus karena dapat menyaring sekitar 77% partikel besar dan 12% partikel kecil. Kain nilon 70D lebih nyaman digunakan dan leluasa untuk bernapas dibandingkan dengan nilon 40D yang meskipun memiliki tingkat filtrasi lebih bagus, tapi sulit untuk bernapas.


3. Sutra


Sutra juga banyak direkomendasikan untuk membuat bahan masker yang cukup bagus. Sutra terbuat dari bahan alam yang memiliki kekerasan dan ketidakteraturan bahan serat yang meningkatkan kemampuan penyaringannya. Beberapa bahan sutra yang banyak dijual di toko-toko kain terdiri dari campuran serat sutra alami dengan polyester (sintetis). Namun, ada pula yang menyediakan kain sutra 100% alam.

Penggunaan kain sutra dalam membuat masker, sering dikombinasikan dengan bahan lain seperti katun. Misalnya 1 lapis katun tebal dikombinasikan dengan 2 lapis kain sutra.

Kelebihan kain sutra adalah tampilannya yang mewah sehingga banyak digunakan untuk membuat masker cantik. Itu lho, masker yang bisa dipasangkan dengan gaun-gaun pesta, gaun pengantin, ataupun acara-acara resmi di kantor dengan tampilan yang lebih formal. Selain terkesan mewah, kombinasi katun dan sutra membuat masker nyaman untuk bernapas dan tidak panas di kulit.


4. Bahan Kertas


Bahan masker yang dianggap bagus salah satunya adalah bahan kertas. Bahan kertas terbuat dari bahan alam (kayu) yang memiliki kepadatan dan kekerasan yang mampu menyaring partikel. Hal ini yang membuat banyak pengguna masker kain menyisipkan tissue ke dalam masker kain yang mereka gunakan. Selain tissue ini nyaman di kulit, juga dikarenakan banyak masker kain yang hanya terdiri dari satu lapis kain saja. Menggunakan tissue sebagai lapisan dalam masker akan menambah daya saring atau filtrasi pada masker kain.


5. Kain Flanel


Kain flanel tidak digunakan sendiri dalam membuat masker kain. Biasanya, kain flanel digunakan untuk kombinasi dengan bahan lain seperti katun atau sutra. Misalnya 1 lapis kain flanel dikombinasikan dengan 2 lapis kain katun sedang.

Kain flanel banyak direkomendasikan sebagai pelapis tambahan pada masker kain karena meskipun tebal tapi mudah untuk bernapas. Jenis kain ini juga cukup nyaman di kulit dan tidak terlalu panas.



Tips Memilih Bahan Masker Bagus dan Nyaman



Selain aman, bahan masker hendaknya juga nyaman untuk digunakan penggunanya. Berikut ini tips memilih bahan masker menurut ahli kesehatan:

1. Pilih kain tenun

Bahan masker dari kain tenun memiliki daya filtrasi lebih bagus daripada rajutan. Kerapatan serat pada kain tenun jauh lebih padat daripada kain rajut.

2. Bahan masker tidak elastis


Bahan yang tidak mulur lebih baik daripada bahan yang mulur / elastis. Hal ini karena bahan elastis akan merenggang saat digunakan yang membuat pori-pori kain pun ikut merenggang. Kain yang mulur akan mencapai batas kemulurannya dan tidak akan kembali ke bentuk semula jika terlalu sering digunakan. Makin renggang serat kain maka makin rendah daya filtrasinya. Hal ini yang membuat masker scuba belakangan ini banyak dibicarakan. Masker scuba yang original terbuat dari bahan scuba yang tidak tembus air dan tebal. Bahan scuba adalah salah satu jenis bahan yang diproduksi di Korea. Sedangkan masker scuba yang banyak dijual sekarang terbuat dari bahan elastis yang tipis.

3. Pilih bahan masker yang tidak panas 


Bahan masker yang terbuat dari serat alam lebih adem di kulit daripada bahan yang terbuat dari serat sintetis sehingga lebih nyaman.

4. Hindari bahan masker menggunakan pemutih atau bahan kimia keras


Penggunaan pemutih dan pewarna berbahan kimia keras dapat dikenali dari aromanya. Pilih bahan masker yang aromanya tidak menyengat.

5. Pastikan nyaman untuk bernapas


Cobalah tutupkan pada mulut dengan kain tiga lapis seolah memakai masker, dan pastikan masih bisa bernapas dengan nyaman.

6. Tes filtrasi cahaya


Terawang ke arah cahaya untuk melihat pori-pori atau kerapatan serat. Makin rapat serat kain, makin bagus. Jika cahaya tidak tembus artinya serat kain cukup rapat.

7. Tes filtasi udara


Cobalah untuk meniup api lilin. Lipat kain menjadi tiga lapis, tutupkan pada mulut seolah memakai masker, lalu cobalah untuk meniup api. Jika api tidak mati, artinya bahan tersebut bagus untuk masker kain.

8. Tes filtasi air


Lipat bahan menjadi tiga lapis, bentuk seperti masker menghadap ke atas, lalu cobalah tuang air dari atas. Jika air langsung tembus meluncur cepat, artinya serat kain tidak dapat menahan percikan droplet. Jika air tertahan pada kain dan tembus perlahan-lahan, maka kain ini aman untuk membuat masker. Bahan masker dianggap bagus jika tidak langsung tembus air karena seratnya padat.


Nah, itu dia 5 jenis bahan masker yang bagus yang direkomendasikan untuk membuat masker kain serta tips memilihnya. Menggunakan masker kain memang tidak meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, disiplin menggunakan masker dapat meminimalkan resiko penyebaran virus korona dari udara. Menggunakan masker dengan bahan yang bagus merupakan salah satu upaya menjaga diri dan lingkungan dari covid-19. Jangan lupa cuci tangan dengan benar untuk menjaga kebersihan serta disiplin terapkan physical distancing atau jaga jarak aman minimal 1 meter dengan orang-orang sekitar agar pandemi ini segera berakhir.***


Modal Penjahit dan 8 Tips Memulai Usaha Jahit Rumahan yang Sukses

modal dan tips memulai usaha jahit


Setelah selesai belajar menjahit, tentu kita ingin ilmu yang sudah dipelajari membawa manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Setelah memulainya pun, banyak yang menemui kendala dan susah untuk berkembang. Harapan kita pastilah ingin usaha jahitrumahan kita bisa suskes dan maju. 

Ada yang ingin mulai membuka usaha jahitan, tapi bingung bagaimana dan dari mana memulainya?


Modal Seorang Penjahit


Sebelum berbicara tentang tips memulai usaha jahit, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dimiliki seorang calon penjahit sukses.

1. Modal terlihat (hard ware)


Modal terlihat yang harus dimiliki seorang penjahit tentu saja berupa alat-alat yang akan digunakan untuk mengerjakan jahitan. Di antaranya:

1. Mesin jahit


Alat ini wajib ada dan dimiliki jika ingin memulai usaha jahit rumahan. Idealnya, belilah mesin jahit baru yang original. Jika dana belum mencukupi, cukup dengan modal mesin jahit second pun kita sudah bisa memulai usaha jahit rumahan.

Tanpa kita sebar luaskan pada orang lain pun, jika dalam sebuah rumah terdapat mesin jahit, calon pelanggan akan datang dengan sendirinya.


2. Alat pendukung utama


Alat pendukung bagi seorang calon penjahit yang juga penting untuk dimiliki yaitu:

  1. Gunting bahan / gunting kain
  2. Meteran
  3. Kapur jahit
  4. Gunting benang
  5. Buku dan pulpen
  6. Penggaris siku, penggaris lengkung
  7. lain-lain

3. Mesin pendukung lain


Beberapa mesin ini penting untuk dimiliki seorang penjahit, tapi bisa bertahap untuk pengadaannya. Apabila dana terbatas, seorang calon penjahit tetap bisa memulai usaha jahit meski belum memiliki mesin-mesin ini.

  1. Mesin obras
  2. Mesin neci
  3. Sepatu lubang kancing
  4. Sepatu jepang
  5. Sepatu kelim lilit
  6. Sepatu setik
  7. Mesin zigzag
  8. Mesin pasang kancing

2. Modal tak terlihat (soft ware)


Selain memiliki modal yang terlihat seperti mesin jahit dan alat perlengkapan lain, jika ingin memulai usaha jahit dan menjadi seorang penjahit, kita juga wajib memiliki modal tak terlihat. Di antaranya:

1. Penjahit harus punya modal keahlian menjahit


Keahlian menjahit bisa didapatkan dengan cara sekolah kejuruan jurusan tata busana, kuliah jurusan desain, atau mengikuti kursus menjahit yang diadakan lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK). Selain itu, keahlian menjahit bisa pula didapatkan secara otodidak dengan cara belajar dari penjahit lain yang sudah mahir, belajar tutorial dari Youtube, maupun membaca tulisan-tulisan mengenai dunia jahit menjahit baik di media online maupun media cetak.

2. Penjahit harus punya modal semangat belajar


Baik yang baru mau memulai usaha jahit maupun mereka yang sudah lama menjadi penjahit, kita harus tetap memiliki semangat belajar. Mengapa demikian? Karena tren fashion terus berputar dan berkembang. Jika kita tidak memiliki semangat belajar, maka kita tidak bisa mengikuti tren-tren fashion terkini yang sedang populer. Hal ini tentu akan mengurangi kepuasan pelanggan yang beraneka ragam permintaan modelnya.

3. Pantang menyerah


Mengapa sikap pantang menyerah juga termasuk modal seorang calon penjahit? 

Seorang penjahit akan berhadapan dengan beraneka ragam sifat orang yang menjadi pelanggan jahitan. Ada yang orangnya enak dan menyenangkan jika bicara, ada pula orang yang senang berbicara tajam. Ada orang yang ringan dalam membayar ongkos jasa jahit, banyak pula yang enggan membayar upah jahit dengan pantas. Apabila seorang penjahit tidak memiliki modal pantang menyerah, maka bisa dipastikan ia akan merasa kecewa, putus asa, yang bisa mengurangi produktifitas kerja.

Selain kita akan menghadapi bermacam karakter pelanggan, kita pun akan menemui bermacam permintaan model dari pelanggan. Oleh karena itu, seorang calon penjahit juga tak boleh mudah menyerah untuk mencoba tantangan baru.


Tips Memulai Usaha Jahit Rumahan



Nah, setelah memiliki dua modal utama tersebut di atas, mari kita bahas langkah apa saja agar bisa memulai usaha jahit rumahan yang sukses.

1. Mulai dengan menjahit baju untuk diri sendiri dan keluarga (baju couple)


Jika belum ada orang yang mengetahui kehalian menjahit yang kita miliki, tentu orang tidak akan menjahitkan pakaiannya pada kita.Nah, untuk memulainya, kita bisa membuat baju dan pakaian untuk diri sendiri lebih dulu. Selain untuk memperlancar ilmu dan keterampilan menjahit yang sudah dipelajari, pakaian yang kita kenakan akan dilihat oleh orang lain.

Jika pakaian yang kita kenakan modelnya menarik, pemilihan warna juga bagus, orang-orang yang melihat akan tertarik dengan sendirinya. Kita juga bisa merasakan sendiri apakah jahitan kita sudah sesuai dengan ukuran yang diinginkan, apakah nyaman dikenakan, apakah modelnya sesuai, dan lain-lain.

Ibaratnya, sebelum masakan dihidangkan dan dinikmati orang lain, bukankah kita perlu mencicipinya lebih dulu? Kita bisa mengetahui apakah masakan terlalu asin, kurang gula, kurang matang, atau lainnya saat mencicipi masakan. Begitu pula jika kita menjahit pakaian untuk diri sendiri lebih dulu, apabila ada kesalahan dalam pemotongan, pengukuran, tehnik jahitan kurang rapi, kita bisa memperbaiki sesuka hati sampai benar-benar mendapatkan hasil yang memuaskan bagi diri sendiri.

Lebih menarik lagi jika bisa membuat pakaian seragam keluarga sendiri. Orang akan langsung tertarik melihat kita bisa menggunakan pakaian yang kompak dan serasi. Dijamin, calon pelanggan akan berbondong-bondong menjahitkan bajunya pada kita.


2. Tawarkan pada teman, saudara, dan kerabat dekat


Sebelum menjahitkan baju untuk orang lain, jangan segan untuk menawarkan jasa pada teman, saudara, dan kerabat dekat kita lebih dulu. Bisa dengan menawarkan langsung, misalnya, "Eh, aku sudah bisa menjahit lho, kalau kamu punya kain atau bahan, bisa aku jahitkan." Atau menawarkan dengan cara halus, seperti, "Baju ini aku jahit sendiri lho, bagus kan? Mau kujahitkan juga, nggak?"

Tak perlu malu. Kita tidak melakukan kejahatan kok. Mengapa harus malu? Mereka yang tidak berkenan ya bukan rejeki kita. Jika mereka berkenan dijahitkan pakaian, minta saran dan kritiknya apa yang masih perlu diperbaiki dari jahitan kita. Dari saran, kritik, dan pengalaman itu kita bisa terus memperbaiki dan meningkatkan skill menjahit kita.



3. Pegang kepalanya, ekor akan mengikuti


Ini hanya peribahasa. Maksud dari peribahasa ini yang bisa kita terapkan dalam memulai usaha jahit rumahan adalah membuatkan pakaian untuk orang yang berpengaruh di lingkungan tempat tinggal. Misalnya ibu RT, pak RW, ketua organisasi kemasyarakatan, guru, dan lain-lain. Kalau perlu, gratiskan biaya jahitnya, atau beri harga spesial dan jahitlah pakaian yang sesuai dengan orang tersebut. 

Jika orang-orang berpengaruh tersebut puas dengan hasil jahitan kita, maka dengan sendirinya mereka akan mempromosikan usaha jahit rumahan kita pada rekan-rekan kerja. Calon-calon pelanggan biasanya akan mempercayai kata-kata orang yang merekomendasikan jika sudah mencobanya sendiri.


4. Endorse


Manfaatkan momen hari tertentu untuk berpromosi. Contohnya ketika ada perayaan karnaval, buat satu baju karnaval yang menarik semua orang untuk dikenakan dalam karnaval. Orang-orang yang melihat pasti akan mencari tahu siapa yang membuatnya. Secara tidak langsung itu adalah saatnya kita mempromosikan usaha jahit rumahan agar makin dikenal luas.

Cara ini juga bisa digunakan apabila tertarik untuk membuka usaha jahit online. Buatkan beberapa contoh pakaian yang bagus. Berikan secara cuma-cuma pada orang yang memiliki banyak follower yang kita kenal. Minta dia mengunggah foto hasil jahitan kita di media sosialnya dan mengulas kelebihan jahitan kita.


5. Buat produk yang bagus, jaga kualitas jahitan, utamakan kepuasan pelanggan


Produk yang bagus akan menjual dirinya sendiri. Maksimalkan hasil kerja kita. Buat sebagus mungkin, serapi mungkin, tidak asal-asalan. Setiap kali ada orang yang datang untuk menjahitkan pakaian, pastikan orang tersebut puas. Mungkin awalnya kita belum mendapatkan harga upah yang pantas, tapi percayalah, akan tiba masanya kita bisa menentukan berapapun upah yang kita inginkan asalkan pelanggan puas. Sebab pelanggan yang puas akan mempromosikan usaha jahitan kita pada orang lain.


6. Semua orang menyukai diskon


Tips lain untuk memulai usaha jahit rumahan adalah dengan memberika potongan harga atau diskon. Jika ada pelanggan yang menjahitkan pakaian lebih dari satu, bisa dikurangi harganya walau sedikit. Berapapun diskonnya, pasti pelanggan akan senang.


7. Layanan antar dan jemput bola


Tips berikutnya untuk memulai usaha jahit rumahan yang sukses adalah dengan menawarkan layanan pengantaran hasil jahitan ke rumah pelanggan. Hal ini sangat memudahkan bagi orang yang sibuk dan tidak banyak waktu untuk pergi keluar rumah. Bisa dengan mengantarkan jahitan yang sudah jadi, bisa pula saat mengambil bahan dan mengambil ukuran ke rumah pelanggan atau calon pelanggan. Tips ini juga efektif apalagi di masa pandemi covid-19 seperti saat ini.


8. Utamakan pelanggan lama


Pelanggan lama yang sudah bolak balik menjahitkan baju kita, sangat penting untuk diperhatikan. Mengapa demikian? Sebab pelanggan lama ini lah yang sudah terbukti cocok dan puas dengan jahitan kita. Meski banyak pelanggan baru yang potensial, loyalitas mereka tetap berbeda. 

Pelanggan lama yang merasa tersisihkan, merasa diabaikan ketika pelanggan-pelanggan baru bermunculan dan makin bertambah, akan menjadi bumerang. Mereka bisa lari mencari penjahit lain. Bagus jika mereka tidak menjelek-jelekkan kita, tapi jika ternyata mereka membuka kejelekan kita dan menumpahkan kekecewaan pada orang lain, maka itu akan merusak nama baik usaha jahit kita.

Tanyakan secara berkala pada pelanggan lama, apakah mereka akan menjahitkan pakaaian lagi. Tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali. Minimal sekali ada kontak dan hubungan baik yang tetap terjaga.


Nah, itu dia dua modal utama seorang penjahit serta 8 tips memulai usaha jahit rumahan yang sukses. Yang pertama dan utama sekali adalah mental yang berani. Berani memulai, berani mengatasi komplain, berani membuat jahitan dan model baru, dan berani untuk suskes.

Selamat berkarya!***



Penyebab dan Cara Atasi Benang Obras Sering Putus, Dijamin Berhasil!

benang obras putus


Perangkat lain selain mesin jahit yang dibutuhkan dalam menjahit baju adalah mesin obras. Jengkel rasanya kalau benang obras sering putus. Yang seharusnya kita bisa menyelesaikan jahitan lebih cepat, gara-gara benang obras putus terus, jahitan tidak bisa diselesaikan tepat waktu.


Penyebab benang obras putus


Ada beberapa penyebab benang obras seringkali putus, antara lain:

1. Benang obras tidak terpasang dengan benar


Benang obras, baik benang atas, benang bawah, maupun benang katun, memiliki rute-rute sendiri yang harus dipastikan sudah terpasang dengan benar. Jika ada satu saja rute yang salah, maka bisa akibatnya benang obras terputus.


2. Benang obras tersangkut sesuatu


Benang obras adalah benang non twist atau benang yang tidak dipintal. Benang obras berupa lembaran-lembaran serat halus yang mudah menyangkut pada sesuatu yang kasar. Akibatnya, benang obras akan putus jika tersangkut.


3. Kualitas benang obras yang buruk


Sama seperti material jahit yang lain, benang obras pun ada tingkatan kualitasnya. Ada benang obras dengan kualitas bagus, ada benang obras kualitas sedang, ada juga benang obras dengan kualitas rendah / buruk. Umumnya, merek yang sudah ternama akan menjaga kualitas benang meski harganya agak tinggi. Sedangkan benang obras yang berkualitas buruk umumnya tidak bermerek, bahkan sering dijual kiloan. Benang obras seperti ini akan cepat putus saat dipakai.


4. Penyimpanan benang obras yang salah


Benang obras boleh merek ternama, benang obras boleh berkualitas bagus, tapi jika penyimpanannya salah maka bisa merusak benang obras tersebut. Akibatnya benang obras akan sering putus ketika digunakan.


5. Benang obras sudah rapuh


Meski benang obras terbuat dari bahan campuran sintetis, tapi benang obras juga bisa rapuh jika disimpan terlalu lama. Bisa jadi penjahit baru saja membeli dari toko, tetapi ternyata benang itu sudah tersimpan lama di gudang toko benang. Kemungkinan lain, benang obras dibuat dari bahan-bahan yang juga sudah terlalu lama disimpan seperti kapas yang jika disimpan terlalu lama akan berkurang kualitasnya. Benang obras yang rapuh akan mudah putus.



Cara Mengatasi Benang Obras yang Sering Putus


Setelah mengetahui apa penyebab benang obras sering terputus, maka kita bisa mengetahui cara mengatasinya agar tidak lagi cepat putus.

Cara mengatasinya antara lain:

1. Pastikan benang obras sudah terpasang dengan benar 


Agar benang tidak cepat putus, pastikan benang sudah terpasang sesuai rutenya masing-masing. 
Untuk mengetahui apakah benang obras sudah terpasang dengan benar atau belum, kita bisa melihat peta rute benang yang terdapat pada tutup mesin obras bagian depan. Pastikan rutenya sudah sama dengan gambar peta rute benang obras yang tertera.


2. Pastikan benang obras tidak tersangkut sesuatu


Agar benang obras tidak tersangkut pada sesuatu dan sering putus, letakkan mesin obras pada tempat dengan space yang agak luas agar tidak ada benda-benda lain di sekitar mesin obras. Selain itu, periksa pula tiang besi penyangga benang yang dilewati benang obras. Jika berkarat, amplas tiang benang tersebut sampai halus, lalu oleskan minyak goreng. Besi yang berkarat akan membuat benang obras sering tersangkut dan putus.


3. Belilah benang obras yang berkualitas bagus


Istilah ada harga ada rupa kadang ada benarnya juga. Merek ternama yang menjaga kualitas benangnya, akan mematok harga lebih tinggi. Namun, kualitas yang bagus akan membuat benang tidak cepat putus. Dan waktu mengobras menjadi lebih efektif.


4. Simpan benang obras dengan benar


Seringnya, para penjahit menyimpan benang obras dengan cara ditumpuk. Ini adalah cara menyimpan yang salah. Benang obras yang ditumpuk berulang kali, apalagi jika ditumpuk terlalu kencang sampai susah untuk dipisahkan, akan membuat benang tergesek dengan cone benang di atasnya. Terlalu sering terjadi pergesekan pada benang obras akan merusak benang. Kepadatan gulungan pun akan berubah dan lengket satu sama lain.

Lalu, bagaimana cara menyimpan benang obras yang benar? 

  • Simpanlah benang obras TANPA ditumpuk, alias letakkan berjejer satu per satu.
  • Jika terpaksa harus ditumpuk untuk menghemat tempat, maka bungkus dengan plastik lebih dulu agar tidak terjadi gesekan pada benang obras. Tumpuk mengambang dan jangan ditekan.


5. Beri minyak goreng pada gulungan benang obras


Benang obras yang rapuh bisa disiasati dengan cara diberi minyak goreng pada gulungannya. Beri minyak goreng secukupnya agar benang cukup licin dan gulungannya tidak rekat. Cara ini sangat ampuh dan dijamin berhasil 100%.





Itu dia penyebab benang obras sering putus dan cara mengatasinya. Cukup mudah kan? Jika kurang jelas, videonya bisa disimak video pada link Youtube di atas. Jangan lupa subscribe, like, dan comment ya.

Selamat mencoba!***



Jahit Keliman Lilit TANPA Sepatu Lilit




Jahit kelim lilit biasanya digunakan untuk melipat pinggiran kain pada kerudung, bagian bawah dress, gamis, baju kebaya modern, dress / gaun pesta atau berbagai model baju yang berbahan tipis dan jatuh. Jenis kain yang biasanya dikelim lilit misalnya chiffon, hicon, maxmara, saten, organza, dll.

Keliman lilit ini akan sangat mudah bagi yang memiliki sepatu lilit. Meski pada awalnya mungkin kesulitan, semakin lama akan terbiasa juga menggunakannya.

Kelebihan memakai sepatu lilit, antara lain:
  1. Lebar lilitan akan sama.
  2. Hasil keliman rata, tidak ada yang lebih lebar ataupun.
  3. Bisa disesuaikan lebar keliman dengan mengganti ukuran sepatu.
  4. Menjahit keliman lilit lebih cepat.

Kekurangan sepatu lilit, antara lain:
  1. Harus punya beberapa nomor dan jenis sepatu.
  2. Repot jika harus bongkar pasang mengganti sepatu jika hendak menjahit keliman lilit.
  3. Terkadang jebol dan pinggiran kain tidak terjahit.
  4. Jika tidak terbiasa, kain tidak bisa melili.


jahit baju kelim lilit
dress berbahan jatuh, bagus jika kelim lilit kecil

Jahit Kelim Tanpa Sepatu Lilit


Bagi yang belum memiliki sepatu lilit, tak perlu khawatir. Keliman lilit tetap bisa dilakukan menggunakan sepatu jahit biasa (sepatu setik).

Caranya:
  1. Posisikan bagian garmen atau kain yang lebar di sebelah kanan. Jika biasanya bagian kain yang lebar diletakkan di sebelah kiri, trik memutar posisi garmen ini bisa memudahkan kontrol tangan terhadap lilitan.
  2. Lipat dua kali pinggiran kainnya, bantu dengan gunting atau benda kecil lain agar terlipat sempurna.
  3. Jahit lilitannya
  4. Kontrol dengan jari dan tangan agar tidak melintir.


Video cara menjahit keliman lilit tanpa sepatu lilit bisa disimak di bawah ini.







Kelebihan jahit keliman lilit TANPA memakai sepatu lilit:
  • Bisa langsung dijahit  tanpa perlu mengganti dengan sepatu lilit.
  • Lebar keliman lilit bisa diatur sendiri.
  • Kemungkinan jebol sangat minim karena diatur lipatannya dengan teliti.

Kekurangan jahit keliman lilit TANPA sepatu lilit:
  • Harus telaten
  • Pelan dan tidak bisa cepat
  • Jika belum terbiasa akan kesulitan mengatur lipatannya.
  • Jahitan bisa meleset jika tak hati-hati.

Pada dasarnya, jahit kelim tanpa sepatu lilit maupun dengan menggunakan sepatu lilit, ada kelebihan maupun kekurangannya. Kembali pada kebiasaan masing-masing penjahit yang mengoperasikannya saja.

Intinya adalah jangan menyerah meski peralatan jahit belum lengkap. Tanpa sepatu lilitpun, kita bisa membuat keliman lilit yang rapi. Selamat mencoba!***


Grafik Ukuran Standar Badan Pas untuk Membuat Pakaian Jadi

standar ukuran badan pas pola


Membuat blok atau pola dasar bisa juga dibuat dari grafik ukuran standar badan pas tanpa mengukur badan customer terlebih dahulu.

Hal ini banyak dilakukan oleh penjahit jika customer tinggal berjauhan dan tak bisa melakukan pengukuran. Demikian pula dengan penjahit online yang sekarang banyak bermunculan seiring kemudahan dan dukungan teknologi, mereka membuat garmen atau pakaian jadi dengan menggunakan grafik ukuran standar ini.